Saturday, May 24, 2014

Kosong


Sabtu, 24 Mei 2014
01.40
di Residensi Telematika bersama beberapa teman yang masih melek



Kosong

Terkadang saya memikirkan apa yang akan terjadi pada saya setelah mati nanti. Seperti sebuah kepastian kematian itu akan datang. Waktu kita yang terus melaju ke depan bukan ke belakang dan terus-menerus menuju akhir hidup kita. Ya, itu lah kematian. Entah kenapa saya terus menerus memikirkannya bahkan sejak smp sudah terpikir. Sempat berpikir juga bagaimana bila saya tidak terlahir di dunia ini. Dimana saya? Siapa saya? Apa sih saya? Ya hal-hal seperti itu yang sering saya pikirkan saat ga bisa tidur. Serem mungkin bagi sebagian orang. Kita yang masi banyak banget dosa ini apa udah siap sih untuk mati. Saya sih kayaknya belum siap soalnya dulu pernah berdoa agar dimatikan saja oleh Allah pada saat-saat terbaik saya dan saya merasa saat-saat terbaik saya itu belum saya capai. Kadang juga sering menghayalkan saat naik motor tiba-tiba kecelakaan lalu mati gitu. Alhamdulillaahnya sih saya insya Allah selalu berdoa sebelum naik kendaraan sehingga Allah selalu menghapus kemungkinan saya celaka di jalan insya Allah. Aneh sih memang, sering kepikiran kayak gini disaat-saat sendiri ditengah keramaian. Entah ini sebuah pertanda atau apa. Setidaknya saya selalu mengingatnya minimal setahun sekali saat ultah saya besok mungkin. Semoga masih hidup.

No comments:

Post a Comment