Wednesday, October 31, 2012

Membuat Janji dengan Takdir



Menunggu orang yang tepat itu seperti menunggu jemputan. Kamu tahu, jemputanmu akan datang. Kamu tunggu di satu tempat. Kamu tahu dia bakal datang.

Hanya saja, ada yang tidak kamu tahu. Kapan pastinya jemputanmu itu bakal datang.

Yang bisa kamu lakukan hanyalah menunggu. Tapi, kamu tahu dia bakal datang. Karena kamu telah membuat janji. Dengan takdir.

Di sini kesabaranmu diuji. Kalau ternyata jemputanmu tidak kunjung datang. Kamu tahu perjalanan dia bisa saja terhambat. Persoalannya, apakah kamu akan tetap tunggu jemputan itu. Atau, memutuskan untuk naik kendaraan lain yang kebetulan lewat. Dan, apakah kamu terburu-buru atau tidak ke tempat tujuan.

Itu kalau kamu menunggu. Kalau kamu jadi penjemput, tinggal balik saja keadaan yang tadi saya ceritakan.

Setelah jemputanmu datang. Kamu pergi ke tempat tujuan yang sama. Melakukan perjalanan dengan kendaraan yang sama. Maka petualangan yang sebenarnya pun baru dimulai.

Apakah akan berakhir di tempat tujuan yang sama? Hanya takdir yang tahu. Kalaupun tidak, kamu bisa menunggu lagi jemputan yang lain datang. Atau, kamu jemput orang yang lain.

Dan sekali lagi. Kamu membuat janji yang baru dengan takdir.


-Dikutip dari Celoteh Soleh karangan Soleh Solihun

No comments:

Post a Comment