Menunggu orang yang tepat itu seperti menunggu
jemputan. Kamu tahu, jemputanmu akan datang. Kamu tunggu di satu tempat. Kamu
tahu dia bakal datang.
Hanya saja, ada yang tidak kamu tahu. Kapan
pastinya jemputanmu itu bakal datang.
Yang bisa kamu lakukan hanyalah menunggu. Tapi,
kamu tahu dia bakal datang. Karena kamu telah membuat janji. Dengan takdir.
Di sini kesabaranmu diuji. Kalau ternyata
jemputanmu tidak kunjung datang. Kamu tahu perjalanan dia bisa saja terhambat. Persoalannya,
apakah kamu akan tetap tunggu jemputan itu. Atau, memutuskan untuk naik
kendaraan lain yang kebetulan lewat. Dan, apakah kamu terburu-buru atau tidak
ke tempat tujuan.
Itu kalau kamu menunggu. Kalau kamu jadi penjemput,
tinggal balik saja keadaan yang tadi saya ceritakan.
Setelah jemputanmu datang. Kamu pergi ke tempat
tujuan yang sama. Melakukan perjalanan dengan kendaraan yang sama. Maka
petualangan yang sebenarnya pun baru dimulai.
Apakah akan berakhir di tempat tujuan yang sama?
Hanya takdir yang tahu. Kalaupun tidak, kamu bisa menunggu lagi jemputan yang
lain datang. Atau, kamu jemput orang yang lain.
Dan sekali lagi. Kamu membuat janji yang baru
dengan takdir.
-Dikutip dari Celoteh Soleh karangan Soleh
Solihun
No comments:
Post a Comment