20.04.12
21.47
Di Divkom HME
Pernah mengendarai motor? Pernah ngebut-ngebutan?
Ga pernah? Coba aja deh pasti ketagihan. Oke cukup lah basa basinya. Nah sekarang
saya bakal membahas perumpamaan hidup dengan perjalanan yang kita tempuh saat
mengendarai motor. Kita umpamakan perjalanan yang kita tempuh dengan motor dari
satu tempat awal menuju tempat akhir yang rasanya sangat sebentar seperti hidup
kita ini. Oke dimulai dengan bahan bakar, sebagai satu-satunya bekal
diperjalanan untuk motor kita, jika kehabisan di jalan bisa kita isi di
pombensin. Hal ini sama dengan iman kita, saat kondisinya sedang menurun maka kita harus mencari cari untuk mencharge
kembali agar bisa meneruskan hidup. Trus di jalan juga terkadang kita merasa
yang paling benar dan orang lain selalu salah. Hal ini sama dengan keegoisan
kita dalam hidup ini. Lalu saya juga sering mengendarai motor di jalan bagian
tengah. Nah yang paling enak itu kalau didepan kita ada motor juga jadi tinggal
kita ikutin aja. Nah jika dalam kehidupan sehari-hari hal ini seperti kita yang
mengikuti sesosok panutan kita, bisa jadi dia adalah imam kita. Kalau dalam
menempuh perjalanan tuh kan kadang kita perlu sebuah peta untuk mencapai tempat
tujuan kita. Hal ini sama dengan hidup kita, tahu tujuan kita apa? Masuk surga lah.
Tahu apa peta kita untuk mencapai surga? Al Qur’an Jawabannya. Di Al Qur’an
sudah diterangkan dengan jelas bagaimana kita masuk surga. Trus sadar ga sih
kita kalau lagi diatas motor tuh rasanya kayak kesepian. Nah dari pada bingung
mikirin apa mending kita mengintrospeksi apa yang telah kita lakukan sampai
saat ini. Biarlah hanya Allah yang tahu apa yang kita perbuat. Ga perlu curhat
dengan orang lain. Curhatlah dengan bertahajud. Insya Allah semua masalah bisa
menjadi ringan. Semoga tulisan ini bisa mengisi kekosongan kita saat sedang berkendara.
Jangan lupa sebelum berkendara kita harus baca doa. Yuk ah mari ngebut-ngebutan
lagi. Biar cepat asal selamat. Ingat ada orang yang menunggu di rumah.
No comments:
Post a Comment